Klik ini untuk Kembali ke BERANDA UTAMA

Masuk Surga Untuk Orang Bodoh

Oleh : Rama & Abu Akmal Mubarok


Assalamualaikum..
Bismillah, Alhamdulillah wa syukurillah..

Bagi orang yang percaya surga, pasti ingin masuk surga. Namun masalahnya masuk surga selama ini digambarkan sangat sulit. Rasanya hanya ahli ibadah dan orang-orang sholeh saja yang bisa masuk surga. Sedangkan bagaimana dengan kita-kita yang biasa-biasa saja, ibadah saja kadang-kadang (sholat belang betong).

Ada sih ’jalan tol’ masuk surga misalnya mati syahid dalam medan peperangan. Kalu berniat sih pergi ke palestin sana, nangkepin rudal2 israel pake tangan kosong..berani gak? Kalau saya sih jujur gak berani hehe...

Itu pun tidak mudah karena model kebanyakan kita-kita ini masih terlalu mencintai dunia dan takut mati. Lha disuruh sholat saja, ngantuk sedikit sudah malas sholat, disuruh ngaji membaca qur’an juga malas, apalagi disuruh berperang....wah pasti pada alasan neh badan lagi sakit semua, encokku kumat, tiba2 pusing neh...padahal Cuma sakit panu, gak ngaruh kan...:D :p

Kalaupun Anda seorang yang pemberani maka untuk bisa berstatus mati syahid syaratnya peperangan yang kita ikuti harus benar-bernar murni 100% bertujuan untuk membela agama Allah, BUKAN karena faktor politik, kesukuan, apalagi membela golongan (partai atau organisasi tertentu).

Masalahnya, jaman sekarang ini banyak sekali perseteruan dan pertempuran yang seolah karena membela agama, padahal ujung-ujungnya atau awal-awalnya bukan karena agama.

Tempat Lapangan Permainan : Dunia

Kita hidup di dunia ini ibarat permainan. Saya katakan di sini adalah ”ibarat”. Jangan sampai Anda salah paham bahwa tujuan Allah menciptakan manusia adalah main-main. Tidak, tentu saja tidak. Jangankan manusia, Allah menciptakan apapun di dunia ini, walaupun kelihatan sepele, tapi itu semua ada tujuannya tidak untuk main-main. Sebagaimana difirmankan oleh Allah sendiri :

”Dan tidaklah Kami cipatakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan main-main” (Q.S. 21:16)

”Dan tidaklah Kami cipatakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan main-main” (Q.S. 44:9)

Demikianlah semua ada tujuannya. Miliaran kutu debu yang ada di rumah kita, walau sangat kecil dan tidak nampak ternyata fungsinya sangat strategis, yaitu memakan miliaran sel kulit mati yang setiap hari berguguran dari tubuh kita. Hal ini baru diketahui oleh para ilmuwan pada abad ini ( buktiilmiah ini pernah saya baca dalam majalah apa gitu saya lupa hehe)

Walaupun demikian, kehidupan dunia ini hanya sementara saja. Rata-rata manusia jaman sekarang akan hidup sampai umur 60 tahun, jika bisa sampai umur 80 tahun, itu berarti Anda sudah mendapat bonus 20 tahun..aseeekkk. Jika Anda hidup sampai umur 100 tahun, maka itu sangat luar biasa, dan kemungkinan juga akan repot sendiri dan juga merepotkan orang lain..hoho iya kaann? Karena tubuh kita sudah sangat uzur, dan sangat memerlukan pertolongan orang lain. Cebok pun mungkin perlu bantuan orang lain..xixixi.

Sedangkan kehidupan di akhirat nanti, adalah kekal. (Atau sampai sekekal apa, itu terserah pada Allah). Yang jelas jauh lebih lama ketimbang kehidupan di dunia. Dalam konteks ini, jika dibandingkan dengan kehidupan di akhirat nantinya, saking jauh bandingannya, maka kehidupan di dunia ibarat permainan atatu sendau gurau saja jika dibandingkan dengan kehidupan di akhirat.

”Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal” (Q.S. 40:39)

”...kesenangan dunia ini hanya sebentar, dan akhirat itu lebih baik untuk orang yang bertakwa... (Q.S. 4:77)


”... padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibanding) akhirat hanyalah sedikit” (Q.S. 9:38)

wajarlah jika Rasulullah pun mengumpamakan betapa sebentarnya kehidupan dunia itu sebagai berikut :

”Aku dan dunia ibarat orang yang menunggang kendaraan lalu berteduh di pohon sebentar setelah itu meninggalkannya” (H.R. Ibnu Majah)

Demikian juga dari segi kenikmatan-kenikmatan yang disediakan Allah nanti di surga, jauh melebihi segala kenikmatan yang ada di dunia. Jadi kalau Anda sudah terkagum-kagum dan tergiur dengan segala kenikmatan yang ada di dunia, maka kenikmatan di surga nantinya, jauh di luar jangkauan pikiran Anda.

”Perbandingan dunia ini dengan akhirat seperti seorang yang mencelupkan jari tangannya ke dalam laut, diangkatnya dan dilihatnya apa yang diperolehnya” (H.R, Muslim)

bahkan dikatakan bahwa di surga nantinya ada kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan oleh imajinasi manusia. Walaupun manusia itu sangat kreatif dan luar biasa imajinasinya, tetap saja Allah Sang Maha Pencipta jauh lebih kreatif daripada manusia. Sehingga Allah mampu menciptakan kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan oleh manusia.

Allah SWT berfirman :
”Aku menyiapkan untuk hamba-hambaku yang sholeh apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata, apa-apa yang belum pernah didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas di benak manusia. Maka bacalah ayat : Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu bermacam nikmat yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan (Q.S. As Sajadah : 17)”.

Nah, dari penjelasan di atas kita dapat mengetahui bahwa jika kita bandingkan antara kenikmatan akhirat dengan kenikmatan dunia, maka saking jauhnya bandingan antara kenikmatan dunia dengan akhirat maka dikatakan kehidupan dunia ini ibarat hanya ’setetes air” saja dari luapan air samudra.

Kita hidup di dunia ini ibarat pertandingan sepak bola atau main game. Sekali lagi ini adalah ”ibarat” atau perumpamaan. Apa dasar pendapat ini? Hal ini difirmankan oleh Allah dalam Al-Qur’an :

”Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya permainan saja dan sesuatu yang melalaikan...” (Q.S. 57:20)

Untuk memahami perumpamaan kehidupan di dunia ini sebagai permainan atau game dapat kita lihat sifat dari kehidupan dunia ini yang mirip sekali dengan sebuah game atau permainan. Gak percaya? Yuk kita preteli satu-satu. Cekidot....:

1. Dalam game, ada ada awal dan ada akhir. Dalam game ada batas waktu permainan. Demikian pula kita hidup di dunia ini ada startnya dan ada finishnya, yaitu ketika kematian tiba.

2. Dalam game tugas kita adalah mengumpulkan point atau skor sebanyak-banyaknya. Demikian pula permainan kehidupan ini kita harus mengumpulkan amal pahala sebanyak-banyaknya untuk diperhitungkan kelak di akhirat

3. Dalam game, ada yang menang ada yang kalah. Demikian pula dalam permainan kehidupan dunia ini, yang menang akan masuk surga dan yang kalah akan masuk neraka.

4. Sebagaimana game, ada aturan mainnya. Jika aturan dilanggar ada penalti atau sanksinya. Demikian pula dalam permainan kehidupan dunia ini, ada aturan mainnya. Ada hal-hal yang jika dilanggar kita akan kena denda atau sanksi. Artinya, jika melanggar aturan main dari ketetapan Allah, maka kita mendapat dosa dan balasan di akherat.

5. Sebagian game ada yang menyediakan bonus-bonus, ada bonus biasa, ada juga bonus berlipat-lipat. Demikian pula dalam permainan kehidupan dunia ini juga disediakan bonus-bonus dan juga semacam bonus ”jack pot” yaitu bisa mendapatkan point dalam jumlah besar. Apa itu? Yaitu dilipat gandakannya pahala sebesar 700 kali lipat bagi orang yg Allah kehendaki.

6. Sebagian game ada yang mengandung jebakan-jebakan dan tipuan, ada bonus jebakan biasa, ada jebakan maut. Demikian pula dalam permainan kehidupan dunia ini juga terdapat jebakan-jebakan, ada yang biasa-biasa saja namun ada pula jebakan maut dimana jarang sekali orang yang bisa melampauinya.
Untuk itu Anda harus mengenali jebakan-jebakannya. Jebakan2 dunia ini misalnya adalah Pacaran (jalan menuju zina), Korupsi Kolusi dan Nepotisme, Suap menyuap ( BUKAN suap-suapan nasi lho ya..:D ), dan masih bnyakm yg lain.

7. Sebagaimana orang yang bermain game, maka tujuannya adalah menyelesaikan permainan dan memenangkannya, untuk mendapatkan hadiah atau ganjaran. Tentunya ketika bermain game Anda tidak bersantai, bahkan tidak boleh sama sekali santai, melainkan harus bekerja keras mengumpulkan point sebanyak-banyaknya.
Anda baru bisa bersantai nanti ketika telah memperoleh hadiahnya. Artinya, di dunia ini anda tidak boleh hanya duduk manis, makan, minum, tidur dan eek saja. Tapi anda harus bekerja, menuntut ilmu, beramal dan beribadah.

Lalu Bagaimana Neh Aturan Mainnya???

1. Akhirat Itu Tidak Kelihatan.

Yang jadi masalah, kebanyakan manusia hanya percaya apa yang bisa dilihat di hadapan matanya saja. Ada sebagian orang yg tidak percaya adanya Allah karena Allah tidak bisa dilihat dengan mata kepala mereka. Sedangkan orang lain belum pernah ada satu pun yang mengaku bertemu dengan Allah.

Begitu juga negeri akhirat. Walaupun dibilang nikmatnya surga itu begini dan begitu, namun apa buktinya bahwa akhirat itu ada? Tidak ada orang yang pernah berkunjung ke akhirat lalu menceritakan pada kita bahwa benar akhirat itu nikmatnya begini dan begitu.

Begitupun adanya neraka. Ada sebagian orang yg tidak percaya adanya neraka, karena memang tidak ada satupun manusia yg pernah membuktikan pergi kesana (neraka).

”Sesungguhnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai ke sana, kebanyakan dari mereka ragu-ragu tentang akhirat...” (Q.S. 27:66)

Inilah salah satu aturan mainnya. Kehidupan akhirat masih tertutup dan disimpan rahasianya oleh Allah. Kalau tidak begitu ya tidak seru dong. Kalau semua orang pernah melihat surga, ya pasti pada berlomba2 ibadah. Kalau semua orang pernah melihat neraka, ya pasti gak ada yg berbuat maksiat di dunia. Allah tidak menghendaki orang BARU MAU beriman setelah bisa mengintip atau dikasih ”film cuplikan” kehidupan di akhirat. Karena Allah Maha Cerdas, tidak sebodoh yg kita semua kira..hehe.

Lho, tapi apa tidak ada informasi sama sekali tentang akhirat?? Ya ada-lah! Kan firman Allah yang menginformasikan tentang kehidupan akhirat bejibun ayat-ayatnya. Yang jadi masalah, kenapa Anda tidak percaya info-info dari Allah? Lha cerita dari si entong aja ente pada percaya, cerita nenek tentang kancil yg bisa nyolong timun aja ente percaya, cerita tentang si Bokir dan Dorman yg nyungsep di got gara2 melihat kuntilanak ente juga pada percaya..., masa cerita dari Allah yg dikabarkan dari Alquran ente kagak percaya? Aneh !...:D

Lalu, apa benar tidak ada satupun manusia yang pernah dikasih ’ngintip’ kehidupan akhirat?? Jawabnya : ada ! Yaitu Rasullullah SAW ketika perjalanan isra dan mi’raj.

Nah..anda masih gak yakin juga pada cerita pengalaman Nabi Muhammad SAW melihat akhirat? Jadi maunya bagaimana? Maunya ente sendiri yang dibolehin lihat akhirat baru percaya kalau akhirat itu ada? Enak aja! Emang ente siapa??? :D...

Jadi aturan mainnya di sini, cukuplah Allah sendiri dan RasulNya yaitu Muhammad SAW yang menceritakan cuplikan kehidupan di akhirat. Kalau itu belum cukup buat Anda untuk meyakini dan mengimani adanya akhirat, ya silakan aja tebak tebakan bang-bang tut atau hom pim pah.... atau dengarkan suara tokek ”ada...gak... ada...gak...ada...gak...” hehe dah kyak orang stress aja..:p


2. Karena Mereka Tergiur Dengan Kenikmatan Dunia

Di antara manusia ada yang percaya dengan kehidupan akhirat beserta segala kenikmatan yang dijanjikan Allah. Namun mereka bilang ”itu kan nanti masih lamaaaaa banget". Lalu mereka bilang ”yang jelas-jelas aja lah, yang ada di hadapan mata sekarang aja..masalah akherat itu mah nanti aja masih lama..”

Nah, mereka inilah orang-orang yang tidak sabar. Kenapa saya sebut tidak sabar? Karena mereka tidak sabar untuk mendapat ”hadiah” dari Allah, jadi jawabnya ya ntar ntar dan ntar teruuusss. Mereka lebih memilih meraup ”hadiah” itu saat ini, hari ini dan detik ini. Mereka tidak sanggup menunggu ”hadiah yang jauh lebih besar nanti di akhirat. Mereka lebih memilih ”saat ini” walaupun kenikmatannya jauh lebih kecil bahkan terkadang malah ”tidak nikmat sama sekali”, tapi syetan membuai dan membungkusnya sehingga seolah terasa nikmat.

”sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka...” (Q.S. 27:4)

Imam Ali bin abi Thalib berkata :
” perumpamaan dunia ibarat seekor ular, lunak dipegang namun mengandung bisa yang mematikan. Orang yang bodoh akan tergiur memegangnya sedangkan orang yang pandai akan menghindarinya”

3. Dosa itu tidak benjut

Salah satu aturan main di dunia yang harus benar-benar Anda sadari adalah bahwa dosa itu tidak benjut. Maksudnya, kadangkala Allah tidak langsung menghukum orang yang berbuat dosa. Kalaupun dihukum atau diperingatkan terkadang peringatanNya sangat halus. Sehingga orang seringkali tidak menyadari dan terlena dalam dosa.

Contoh: sepulang dari ngapelin pacar, eh motor anda kempes dijalan, hujan deras lagi. Udah gitu anda dirampok dan isi dompet anda melayang. Masih untung nyawa anda tidak ikut dirampok sehingga tidak ikut melayang. Nah, bagi orang yg mau berfikir, ini adalah salah satu teguran Allah yg sangat halus memperingatkan bahwa anda sebaiknya menyetop pacaran.
Tapi apa? Anda lempeng aja kan jalan teruuusss ngapel dan ngapel tiap malam minggu, gak ada kapok-kapoknya pisan. Alasannya klasik: Anak muda gitu lho coy, masa sih malam minggu dirumah aja..:D ( yasudah kalu gitu, selamat bermaksiat..:p). Hehe score satu sama bung yach...:D :D :D..

Dan ini contoh satu lagi...: Seandainya 1X saja anda tidak sholat akan mengakibatkan sakit perut dan mencret-mencret sehari 70 kali bolak-balik ke toilet, maka mungkin orang akan selalu ingat sholat dan mengerjakannya. Seandainya saja orang yang berzina langsung mati disambar geledek (petir) saat itu juga, maka niscaya semua orang akan takut berzina (tidak akan melakukan zina).

Nah kalau dosa itu langsung balasannya kontan seperti tersebut diatas, maka permainan dunia ini menjadi tidak seru. Karena semua orang pasti takut berbuat dosa. Di sinilah letak lika-likunya permainan dunia ini, jangan sampai Anda terjebak, termasuk saya hehe..^.^

4. Kenalilah Jebakan-Jebakannya

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini (hubbu syahwat) yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik”.
(Q.S. 3 : 14)

”Surga dikelilingi oleh hal-hal yangtidak disukai dan neraka dikelilingi oleh syahwat” (H.R. Bukhari)

5. Kenalilah Rambu-Rambunya

Benarkah Allah sekejam itu dan membiarkan manusia terjebak dengan jebakan-jebakan rumit dan tanpa peringatan sama sekali? Oh tidak, tentu saja tidak. Justru Allah sangat banyak memberikan tanda-tanda dan rambu-rambu peringatan. Hanya saja manusia seringkali tidak mau mempelajarinya, dan kalaupun tahu seringkali lalai dan MENGABAIKAN peringatan itu, entah SENGAJA atau TIDAK SENGAJA. Ngaku yach? saya juga ngaku kok..hehe :p

”Berjalanlah di muka bumi lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan dari orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami (dahulu kala)” (Q.S. 6:12).

”Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka?” (Q.S. 6:6)

”Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan...” (Q.S. 7:4)

”Negeri-negeri yang kami binasakan itu kami ceritakan sebagian berita-beritanya kepadamu...” (Q.S. 7: 101)


Kenapa mereka dibinasakan ? Maka Al-Qur’an menjawab :

”Dan negeri itu kami binasakan ketika mereka berbuat zalim...” (Q.S. 18: 59)

Namun yang jadi masalah, jaman sekarang tidak terjadi lagi sebagaimana umat-umat terdahulu, dimana jika penduduknya durhaka lalu dibinasakan kontan dengan petir atau gempa atau banjir. Seperti di jaman Nabi Luth, Nabi Nuh, dan Nabi Musa.

Demikian tulisan singkat ini kami persembahkan untuk anda, dan untuk kita semua.

Barakallahufikum..semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar